WELLCOME...IT'S ME NCHIE LEE SINICHI

Rabu, 24 Juni 2009

Menulis itu membuat tulisan....!


Pada dasarnya aq suka membaca tulisan menarik, tapi ntah kenapa aq begitu malas untuk menulis. Karna terkadang menulis itu butuh kesabaran, dan sayangnya aq bukan termasuk orang yang begitu sabar. Pernah sekali aq berniat membuat sebuah novel, tapi terhenti di tengah jalan. Bukan karena ditilang polisi apalagi karna si Komo lewat (ah.. jadi inget lagu kak Seto, jadul tuh), tapi karna idequ dah keburu ilang, gara-gara pendeskripsian yang begitu detail harus qu tulis, sehingga semakin banyak berfikir, akan semakin banyak lupa. Setidaknya itu yang dikatakan oleh temanku yang akan ku sebutkan namanya di sini. Namanya Adell yang merupakan kepanjangan dari Agung Cadel. Tahukah (Dibaca Taukah) kamu arti cadel? Itu lo sejenis kolek yang terbuat dari ”hui” bukan pula ”hiu” bukan pula ”uih”. Hui itu dalam Bahasa Indonesia yang merupakan negara kita tercinta ini dinamakan ubi. Nah jika kamu sudah mengerti, bolehkah kamu memberitahu aq, apa yang aq bicarakan tadi ? Karna aq cukup lupa untuk mengingatnya.

Ah sudahlah, aq tinggalkan apa yang aq lupa. Aq tidak ingin membahasnya disini, maaf ya Dell, karna sepertinya km gakan marah padaku. Terkadang aq sedikit jengkel harus mengingat apa yang aq ga hafal. Seperti teori-teori perkuliahan yang harus dihafal hingga titik koma. Untuk apa ??? aq juga tidak tahu. Terkadang jika dilihat kasat mata, aq melihat teman-temanqu kuliah itu seperti sebuah eksistensi, atau hanya transportasi teori-teori tanpa mendalami, yang lebih parah lagi kewajiban akan sebuah absensi. Sungguh kasihan mereka. Untuk apa mendapat sebuah gelar Sarjana, jika mereka tidak ahli dalam bidangnya? Buang-buang biaya saja. Setidaknya mulailah untuk memahami apa yang disebut perkuliahan. Mulailah menerapkan ilmu-ilmu teori dlm bentuk praktek di kehidupan nyata. Ga rugi ko...!

Ko jadi ceramah gini, serasa aq dah jadi orang bener aja. Toh mungkin sekali-kali aq jg bagian dari mereka. HAHAHA.. maaf Indonesia, aq belum bisa menjadi orang yang pintar seperti anak-anak ITB. Itu karna dulu aq tidak bisa meneruskan ke Perguruan Tinggi. Kasihan sekali aq, tapi ga juga...! Banyak ko yang lebih bernasib buruk dariqu. Ato malah sama sekali tidak bisa masuk SD. Jadi aq ga kasihan, yang kasihan itu mereka. Tapi bersyukurlah pada Allah atas apa yang sudah kita dapatkan, karna semua pasti sudah sesuai porsinya. Apa lagi sekarang ada program ”Sekolah Gratis”. Aq jg kurang tahu biaya apa saja yang digratiskan, karna aq bukan anak sekolah dan aq jg belum menjadi orang tua yang harus menyekolahkan anak, karna aq bukan Ibu-Ibu apalagi Om-om yang sering ngecengin cewe2 brondonx. Haha... sudahlah itu hanya pola sisi kehidupan zaman sekarang. Kita kembali lagi ke topik sekolah gratis. Apa memang gratis segala-galanya ato hanya gratis sebagian, yang penting ada kata ”gratis”. Tapi tetap saja walopun benar-benar gratis, orang tua harus beli baju seragam, alat-alat tulis, tas sekolah, sepatu dan sebagainya, yang dirasa begitu mahal oleh para orang tua yang kehidupannya masih dibawah garis kemiskinan. Terakhir kali hasil survey yang aku ingat (mudah-mudahan aq tdk salah mengingat) ada sekitar 15.4 % penduduk Indonesia masih miskin. Fantastis menurutku mengingat jumlah penduduk Indonesia ratusan juta. Aq lupa tepatnya berapa juta, dan aq jg tak begitu ingin mengingatnya. Itu urusan Pelayan-pelayan masyarakat di BPS. Selamat bekerja ya & tetap semangat...!

Ngomong-ngomong soal pegawai pemerintahan, sebenarnya jika aq boleh berpendapat, bolehlah, itu kan hak setiap warga negera, dalam UUD 45 pasal berapa ya...? Aq kali ini lupa lagi, aq mohon maaf jg, karna aq benar-benar lupa, itu pelajaran waktu SD. Sudah bertahun-tahun yang lalu, tanggal kemarin saja aq lupa, jadi jangan harap aq mengingat memory yang sudah lama sekali. Oh lupa, kenapa kau selalu menghantui diriqu? Apa kau ngafans padaqu? Sehingga kemanapun qu pergi, kau selalu mengikutiqu. Soal ke pendapatqu tadi, pegawai pemerintahan itu = pelayan masyarakat. Tapi kenapa ya, penampilan dan sikap mereka tidak seperti pelayan ? Aneh.. kadang mereka s’olah2 majikan yang begitu berkuasa. Padahal yang jadi majikan itu harusnya masyarakat. Mereka kan bisa hidup dari uang masyarakat. Seperti mengurus surat-surat ke pemerintahan yang kadang harus ada pungutan liar, dimana masyarakat harus membayar sejumlah uang agar proses pembuatan surat bisa cepat selesai. Huhf... Pelayan macam apa itu? Mungkin tidak semua, tapi kalo itu terjadi pada kalian pasti sungguh menyebalkan. Sudah digaji besar, dapat gaji ke-13 pula, ko masih minta-minta. Ah sudah lah itu Cuma masalah moral. Punya ilmu tapi tak diterapkan, umpama sudah tahu 2x2 =4 tapi pada prakteknya malah jadi 7. Sungguh TOLOL.....hahaha..

Oh.. Indonesia, aq cinta padamu, tapi aq benci oknum pemerintahanmu. Seperti lagu salah satu Band Underground Bandung yang liriknya begitu mengkritisi negeri ini. Aq ga bisa menyebutkan siapa mereka, takutnya diminta royalty.hehe..mungkin kalian sudah tahu jika kalian suka musik Underground yang banyak orang bilang musik bawah tanah. Emang ada musik yang datang dari bawah tanah? Ah.. jadi istilah yang sulit dimengerti. Lain halnya dengan Adell yang tadi sudah aq sebut, karna Adell itu temanqu, dan aq ga berteman dengan band itu. Hehe.. ngomongin soal Underground jadi inget dengan PILKADA kemarin, yang salah satu calonnya menjanjikan akan menyediakan tempat untuk acara musik Underground. Ko gada realisasi ya hingga saat ini? Sehingga kami seperti ”luntang-lantung” ga punya tempat bwt ngadain acara. Klo ada pasti jauh, bisa itu di Cisarua, Lembang, Ato Jatinangor, ato Cicalengka. Oh wahai wakil rakyat, kenapa kau menipu kami yang sudah kamu suruh untuk memilihmu? Karna jika kau beragama Islam, bohong itu dosa, dan dosa itu masuk neraka, kamu ga mau kan masuk neraka? Kecuali kamu atheist, klo atheist aq ga tau apa bohong itu dosa ato tidak, karna aq bukan s’orang atheist. Kalo mw, tanyain temen aq aja, namanya Sandy, yg mengaku dirinya s’orang atheis, mungkin dy tahu bohong itu dosa atau tidak dalam atheist. Semoga di Pilpres nanti, siapapun yang terpilih nanti, asal harus nomor 2 (loh ko jadi kampanye.., tapi bukan, itu hanya pendapat). Karna menurutku setelah begitu banyak gonta-ganti kepemimpinan, dialah yang terbaik dari pada pemimpin-pemimpin sebelumnya. Istilahnya pemimpin dulu itu ”Talk Too Much, Little Action”, kalo dia sih beda ”No Promise, Do The Best Action For Our Country”. Dia telah mencapai keberhasilan yang cukup signifikan, walaupun masih banyak yang perlu diperbaiki. Ini Cuma pendapat lo…ga usah diungkit-ungkit, dan ga usah repot-repot mengkritik. Just for U “Lanjutkan..!”

Ah jadi ngomongin politik, padahal dulu aq kurang tertarik dengan politik. Seperti aq yang tidak begitu tertarik ngomongin tiga huruf “i-h-u” yang dibolak balik jadi uih=pulang, hiu= ikan hui lah, tentunya kalian sudah tahu itu, dan hui=ubi bahan kolek candil. Jadi siapa bilang candil berarti cadel? Aq tidak pernah bilang, hanya yang aq mw bilang, aq ini cadel yang didefinisikan tidak bisa bilang R. Dari kecil belajar menyebut huruf “R” sungguh sia-sia. Buang waktu saja. Mengapa harus ada huruf R? Gada huruf lain apa ? Siapa pencipta huruf R? Mungkin dulu blm ada hak cipta, jadi ga tw siapa. Toh namaku juga ada huruf R nya, jadi untuk menyebutkan namaku saja sudah cukup sulit. Mungkin dulu orang tuaqu ga tw klo aq nantinya tidak bisa menyebutkan huruf R... ah sudah bukan salah siapa-siapa. Tetap harus bersyukur, karna ada mitos ”orang cadel itu biasanya pinter”. Walo gada hubungannya tapi aq tetap senang, walopun ada sebagian orang yang dahinya menjadi berkerut dengar statement itu. Mudah-mudahan dahi kalian tidak ikut berkerut jg. Hahaha..

Semoga mitos itu benar. Amin...!

0 comments: