WELLCOME...IT'S ME NCHIE LEE SINICHI

Rabu, 24 Juni 2009

Cerita kecil kaum hawa


Tentang sebagian kecil kaum hawa kini aq tulisin di catatanqu ini. Disini bisa aq katakan “sungguh malang nasib mereka”, bukan berarti mereka berasal dr kota Malang yang dulu jadi saksi kemenangan PERSIB melawan PERSIJA. Hahaha.. kemenangan yang sangat luar biasa qu kira, hingga Ibuqu waktu itu sampai sujud syukur, tiap kali gol yang tercipta Persib ke gawang Persija… HIDUP PERSIB. Kutipan ini pernah aq jadikan status waktu lalu, dan cukup banyak yg suka..hehe. Beralih topic ke nasib perempuan saat ini. nasib mereka memang malang, karena jika diteliti lebih jauh, banyak sekali perempuan di bawah usiaqu saat ini, sudah harus menanggung beban yang begitu besar, dimulai rasa malu karna hamil di luar nikah (Married By Accident), itu berarti aib. Jika kalian tidak tahu arti aib, aq tidak mau repot-repot menjelaskannya di sini, cari saja di wikipedia, dan juga beban yang harus ditanggung untuk menjadi s’orang ibu. Kenapa aq sebut ini beban, bukan hanya karna soal uang yang akan diharuskan dikeluarkan menjadi biaya yang tercatat seperti dalam pelajaran Akuntansi, juga karna secara psikologis mereka belum siap untuk menjadi s’orang ibu. Bahkan ada perempuan yang sudah menjadi s’orang Ibu ketika dia baru menginjak SMP yang tentu saja belum menginjak bangku SMA tapi jangan berfikir bangku SMA diinjak-injak, jika kau berfikir seperti itu, sungguh “TERLALU..HHHH” seperti yang sering dikatakan oleh Bung Rhoma dlm filmnya dulu dengan suara mendesah…ah..ah..ah... Lanjutkan…! Maksudqu bukan mw kampanye lagi tapi mari kita lanjutkan ttg perempuan tadi. Ibu dari anak SMP itu pun begitu sedih karna s’orang anak perempuannya yang belum begitu mengerti arti hidup ini, terlalu dini jika sudah harus menanggung beban berat yang akan dipikulnya. Kaya lagu “Pernikahan Dini-Agnes Monica” ya waktu dia masih cukup brondonx. Tapi aq disini bkn mw ngomongin Agnes Monica, ngapain??? Itu kerjaan wartawan infotainment. Mending aq lanjut saja yg tadi. Ibu dr anak SMP tsb jg belum siap menjadi s’orang nenek, karna dia masih muda, yang aneh jika disebut nenek-nenek karna masih umur 30-an. Hahahha…

Hal ini jg tidak patut untuk dipertawakan, maaf jika tadi aq ketawa, bukan maksud untuk menertawakan, Maaf sekali lagi. Jadi Jika sudah terlanjur hamil, tidak bisa menyesali apa yang sudah terjadi. Betul kan ? karna waktu tidak bisa diulang, Disini berlaku hukum sebab akibat. Tw kan artinya ??? Apalagi hingga bunuh diri, untuk apa??? Hanya menambahkan dosa dan tentunya mungkin setelah mati akan menjadi hantu gentayangan seperti di film-film Indonesia yang kadang dibuat terlalu berlebihan. Istilah zaman skrg itu “Lebay”. Salah satu penyebabnya mungkin, karna bunuh diri merupakan kematian yang bukan kehendak Tuhan. Istilahnya dlm Sundanese “Calutak” Tuhan aja blm berkehendak, tapi manusia sudah tidak sopan dengan mendahului Kehendak-Nya. Tentunya aq jg ga mw jika di lingkungan rumahqu ada hantu hamil gentayangan. Apalagi kaya film Susanna dulu “Beranak dalam Kubur”. Imaginasi yang Lebay pula. Hahahaha.. Mudah2an gada yang seperti itu. Hanya yang aq ingin garisbawahi di sini tentunya tidak memakai penggaris yang suka aq pinjam pada temanqu jika aq ujian Akuntansi,hehehe.. “apa yang menyebabkan meningkatnya jumlah kehamilan di luar nikah pada usia di bawah umur????” Kembali lagi ke masalah moralitas, agama, serta lingkungan tempat mereka bergaul, dengan siapa mereka bergaul ??? Ini penting, karena sebagian besar yang menjadi korban MBA (Married By Accident) memiliki indikasi yang sama mengenai hal yang tadi sudah aq utarakan dr lubuk hati yg terdalam.

Selain itu, maraknya perkembangan teknologi jg turut sumbangsih dalam peningkatan jumlah MBA di tanah airku ini. Contohnya : HP yang sudah semakin canggih, bisa menyimpan dan mentransfer video porno melalui infra red atau Bluetooth. Untung HP qu Cuma HP murahan yg biasa dimiliki tukang Batagor di SD. Hahaha… juga Website porno yang bisa bebas diakses oleh siapa saja yang menggunakan internet. Atau video porno dalam format Winamp atau lainnya yang bisa dicopy paste saling sharing antara teman. Begitu dekatnya jika kalian sadar bahaya dari sisi negatif kecanggihan teknologi. Hari gini siapa yang tidak kenal internet ???? Mungkin Ibuqu ga kenal, memang dya tidak pernah berkenalan apalagi hingga berjabat tangan dengan yg namanya internet. Apalagi anak-anak zaman sekarang yang tidak pernah untuk tidak mencoba sesuatu yang membuat penasaran.

Disini aq mw memberi gambaran tapi aq ga mw menggambar karna aq ga bisa membuat gambar, oleh sebab itu pula waktu SD dulu nilai keterampilan menggambarqu “C” Gambaran yg aq maksud, pandangan aq ttg cara orang tua agar bisa mengawasi tanpa harus melarang anaknya dengan kebebasannya. Misal :

1. Jangan pernah melarang dgn cara mendikte, karna anak zaman skrg smkn dilarang akan semakin berontak. Hahaha... asal bkn sprt pemberontakan 30 S PKI yang katanya dirumorkan bohong. Ntahlah, aq ga begitu tertarik sejarah apalagi setelah begitu banyak modifikasi pd zmn Soeharto dulu.
2. Beri pengertian dan pandangan, jangan diartikan pemandangan, yang aq sebut ini pandangan & cara berfikir yg bisa dimengerti oleh mereka, mengenai sisi negatif dan positif teknologi, pergaulan, lingkungan, dsb. Minimal mereka bisa tahu mana yg baik dan buruk menurut mereka.
3. Cara bicara jg perlu diperhatikan, sebaiknya menggunakan logat orang Solo jangan seperti orang Batak, hingga diungkapkan seperti hal ringan, jangan dijadikan pembicaraan yg sangat begitu serius, sehingga penerimaannya tidak akan membuat penasaran.
4. Jalin terus komunikasi antara anak, saudara, ibu, atau bapak jg boleh jika mw ikutan gabung, pokoknya dlm keluarga, yg jelas bukan keluarga orang lain, tapi keluarga sendiri, apalagi smp keluarga SBY yg tampak harmonis (ga maksud kampanye lagi ko...) sehingga si anak tidak akan sungkan untuk menceritakan segala sesuatu yg terjadi dengan dirinya.
5. Beri kebebasan namun dengan batasan. Buat si anak mempunyai tanggungjawab dengan kebebasannya. Misal: dia dibebaskan main dr pulang sekolah, asal tugas PR sudah selesai, dan harus pulang sebelum Maghrib.

Disini aq hanya s’orang perempuan yg peduli dan prihatin akan nasib perempuan-perempuan yg kehilangan masa remajanya. Jangan sampai itu terjadi pada anak perempuan kalian, sepupu kalian, adik kalian, kaka kalian, siapapun itu pasti tidak menginginkannya. ”Serius ne....!!!!!!!”

Dan jika sudah terlanjur, jgn pernah melakukan apa yg namanya aborsi. Sudah dosa melakukan jinah, malah mw jd pembunuh pula. Yang nantinya berakhir ”membusuk” di penjara. Apa jadinya usia belia dihabiskan di blik jeruji besi penjara??????? Akan lebih kasihan lagi kan ????? Sebaiknya nikahkan saja, toh itu ”Hukum Sebab-Akibat”, yg artinya klo ga salah ”Berani berbuat, berani bertanggung jawab”. Klo salah maaf ya... dan ga usah repot-repot mengkoreksi karna aq udah minta maaf.

OK.. demikian catatan yg terketik, bila menyinggung perasaan pihak yg tersinggung, mohon jangan tersinggung apalagi sampe mensomasi kaya Ibu Prita yg smp dimasukin ke penjara...

Tulisan ini hanya realita belaka, jika ada kesamaan cerita, tokoh, tempat dsb itu hanya kebetulan belaka...!

0 comments: