WELLCOME...IT'S ME NCHIE LEE SINICHI

Rabu, 09 Desember 2009

GOOD BYE MY FAT BOY

Ternyata anggapanku salah selama ini ttg perasaannya. Aku begitu berharap, khayalanku terbang begitu tinggi, indah rasanya saat ku berada di atas awan melayang, namun aku terjatuh begitu saja, tanpa ada angin menerpa. Aku sakit saat tubuh ini terjatuh di tanah, tersadar tak hanya badan ku yang remuk, namun jiwa ku tlah hancur. Anganku tak lagi indah seperti yang pernah ku bayangkan. Hatiku dihancurkan…

Kini takkan ada lagi sebutan “COWO GENDUTKU” tak ada lagi panggilan “BERUANG KUTUBKU” atau pun “BENCONG NDUTKU”, tak ada lagi sapaan dia ttg ku “MY LITTLE SALMON”, atopun “BU HAJI UNDERGROUND” . Aku terkapar, tak mampu hadang air mataku, saat ia memutuskan tuk melepaskanku. Ntah knp ini terjadi ??? aku tak tau knp ???? Rasanya baru kemarin aku begitu berbunga2, bercanda dengan nya. Tapi malam ini, semua berputar terbalik. Seakan tak percaya kini ia tak lagi bersamaku.

Dia mencari yang terbaik. Aku memang bukan perempuan yang baik, atau mungkin jauh sekali untuk sebutan calon istri yang baik. Dulu aku memang pernah bersamanya. Tapi waktu tlah berubah. Dia tlah menjadi orang yang berbeda. Aku baru disadarkan hal itu. Dia mengatakan aku bukan perempuan yang dulu pernah disayanginya. Aku sendiri tak tahu apa benar aku tlah berubah ??? Aku benar2 lupa, bagaimana s’orang Nchie yang dulu pernah mengisi hatinya,. Tapi AKU BERSUMPAH sampai detik ini “aku masih mencintainya”.

Dia akan mencari yang terbaik. Namun Aku memaksanya berjanji jika saat dia sudah menemukan perempuan itu, dia harus memberitahuku. KENAPA ??? Agar aku tak terus berharap kepadanya. Ntah sampai kapan aku harus tunggu sampai dia memberitahuku siapa perempuan itu ???? ntah orang lain ataupun diriku sendiri. Tapi aku harus mencoba berjalan tanpanya. Jalani hidup sendiri tanpa aku harus mengeluh padanya lagi, tanpa aku harus bercerita lagi apa2 yang terjadi hari itu, tanpa aku harus bermanja-manja lagi, tanpa aku harus diingatkan untuk makan, tanpa aku harus sms dia “aku sayang kamu”, tanpa aku harus bilang kemana aku pergi, sama siapa aku pergi, tanpa aku harus menerima telp dengan suara “BENCONG”nya yang bisa membuatku tertawa geli.

YA ALLAH, aku menangis. Kenapa kau berikan rasa yang begitu indah namun pada akhirnya rasa itu membunuhku pelan2. Aku disini RAPUH.

GOOD BYE MY FAT BOY…!!!!!!!!!!



Pojok kamar, 23 Oktober 07


--- Nchie L. Sinichi ---

0 comments: